Showing posts with label tarbiyah. Show all posts
Showing posts with label tarbiyah. Show all posts

Wednesday, 29 December 2010

Nahnu Ruhul Jadid

Kita bukanlah parti politik...walaupun politik sebahagian dari kita.

Kita bukanlah badan kebajikan...walaupun kebajikan menjadi keutamaan kita.

Kita bukanlah kelab sukan dan riadhah..walaupun menjaga kesihatan adalah amalan kita..

Kita tidak akan sama seperti organisasi di atas kerana kewujudan mereka hanya terbatas pada tujuan tertentu dan tempat tertentu sahaja.

Tapi Kita adalah Ruh Baru(Ruhul Jadid) ummat ini...

Yang akan mewarnai setiap kelab, persatuan, parti politik bahkan segenap penjuru aspek kehidupan ummat...

Sehingga tiada lagi fitnah di bumi dan ad-Deen itu milik Allah sepenuhnya..

Ameen..

Wednesday, 5 May 2010

Pesan Syeikh Kabeer..

"kunu u'bbad qabla quwwad"
jadilah hamba sebelum pemimpin

"dhoifu bi nafsihi, qowiyyu bi ikhwanihi"
lemahnya bila berseorgn, akan kuat bila bersama ikhwah

akhlak adalah terjamahan iman

janganlah pernah merasa lebih mulia dari orang lain
selalulah menghormati orang di sekeliling, murabbi, muallim, sahabat2...

jangan menjadi munafiq
"aminu fi dakhili, ghairu amin fi khariji"
jujur di dalam(sekolah), x jujur di luar
"munazzaman fi dakhili, ghairu munazzaman fi khariji"
teratur di dalam(sekolah), x teratur di luar

seperti biasa, para masyaikh akan memberi nasihat2 yang sangat2 asas kepada para duat kerana seperti biasa perkara2 asasilah yg selalu dilupakan dan akhirnya membawa mudarat yg lebih besar kepada gerakan dakwah. Namun apabila seorang syeikh tarbiyah menasihati anda(walaupun dgn tema yg biasa anda dgr) dgn susun atur bahasa yg sedap didengar dan bersemangat. Ditambah pula dgn ayat2 al-Quran dan hadis2 Nabi s.a.w yg biasa anda terlupa mengenainya..sesungguhnya impaknya sangat2 besar..dan boleh mengisi kekosongan jiwa anda untuk minggu2 seterusnya..jzkk..

*namun penyesalan terbesar adalah anda tidak memahami sepenuhnya bahasa arab..man!!..

Monday, 16 November 2009

[serial nikah] : Prolog

Aku menulis untuk bukan sekadar ‘tuk memberitahu
Kerana ini semua, kalian bahkan terlebih tahu
Tetapi, aku menulis agar kalian sedar
Betapa an-nikah, justeru adalah perkara besar
Jangan fikir ia hanya membabitkan dua jiwa
Bahkan ia penyatu dua keluarga
Bahkan ia bisa menjadi role-model untuk umat kita
Bahkan ia membawa dan menyebarkan bahgia
Bahkan ia menjadi ubat serta penawar duka
Maka, janganlah sampai ada yang kecewa
Terutama sekali keluarga tercinta
Hanya untuk bahagia dua jiwa

rafidah_halip_nikah_1

Faridul Farhan

Tuesday, 10 November 2009

JOM!!

“Penyakit umat ini ialah lemah akhlak, hilang idola hakiki, mengutamakan kepentingan peribadi melebihi kepentingan awam atau umat, pengecut dalam berhadapan dengan realiti, lari dari tugas-tugas mengubati penyakit masyarakat dan perpecahan yang dibenci Allah. Adapun ubatnya pula ialah mengubati jiwa-jiwa dan membangunkan akhlak orang ramai. Firman Allah swt bermaksud, “Berjayalah orang yang membersihkannya (jiwa) dan sungguh binasalah orang yang mengotorinya” (Surah Asy-Syams)” [Hasan Al-Banna]

JOM join tarbiyah!!!!

Monday, 28 September 2009

Di Titik Lemah Ujian Datang

"Tanyakan pada mereka tentang negeri di tepi pantai, ketika mereka melampaui batas aturan Allah di hari sabtu, ketika ikan-ikan buruan mereka datang melimpah-limpah pada Sabtu dan di hari mereka tidak bersabtu ikan-ikan itu tiada datang. Demikianlah kami uji mereka kerana kefasikan mereka"(Al-a'raf : 163)

Secara lansung tema ayat ini tentang sikap dan kewajiban amar ma'ruf nahi mungkar. Tetapi ada nuansa lain yang menambah kekayaan wawasan kita. Ini terkait dengan ujian.

Waktu ujian itu tidak pernah lebih panjang daripada waktu hari belajar, tetapi banyak orang tak sabar menghadapi ujian, seakan sepanjang hanya ujian sahaja dan sedikit hari untuk belajar. Ujian kesabaran, keikhlasan, keteguhan dalam berdakwah lebih sedikit waktunya dibanding berbagai kenikmatan hidup yang kita rasakan. Kalau ada sekolah yang waktu ujiannya lebih banyak dari hari belajarnya, maka sekolah tersebut dianggap gila. Selebih dari ujian-ujian kesulitan, kenikmatan itu sendiri adalah ujian. Bahkan alhamdulillah rata-rata kader dakwah sekarang secara ekonomi semakin lebih baik. Ini tidak menafikan (sedikit)mereka yang roda ekonominya sedang dibawah. Tatkala poket kekeringan dan sumber ekonomi pun belum jelas kelihatan, tatkala itulah semboyan dakwah memanggil di samping komitmen-komiten lain yang membutuhkan wang ringgit.

Boleh sahaja menolak seruan dengan alasan ingin kaya dulu, kerana orang kaya suaranya didengar orang dan kalau berdakwah, dakwahnya diterima. Tapi takut-takut nanti bila sudah kaya, kaya begitu sahaja. Begitu juga dengan yang beralasan mau study dulu, mau bekerja dulu yang akhirnya sampai sudah ada cucu baru ketemu wajahnya di masjid atau surau.

Ternyata kita temukan kuncinya, "Demikianlah Kami uji mereka kerana sebab kefasikan mereka". Nampaknya Allah hanya menguji kita mulai pada titik yang paling lemah. Mereka malas kerana pada hari sabtu yang seharusnya dipakai untuk ibadah, justru ikan datang, pada hari jumaaat jam 11.50 datang pelanggan ke kedai. Pada saat-saat jam dakwah datang orang menyibukkan mereka dengan berbagai cara. Tapi kalau mereka bisa melewatinya dengan azam yang kuat, seperti kapal pemecah ais. Bila kapal itu diam salju itu tak akan menyingkir, tetapi ketika kapal itu maju, sang salju membiarkannya berlalu. Kita harus menerobos segala hal yang pahit seperti anak kecil yang belajar puasa, mau minum tahan dulu sampai maghrib. Kelazatan, kesenangan dan kepuasan yang tiada tara, kerana sudah berhasil melewati ujian dan cubaan sepanjang hari

-adaptasi dari tulisan Syaikhut Tarbiyah-

Tuesday, 15 September 2009

Kematian HATI...

Banyak orang tertawa tanpa (mau) menyadari sang maut sedang mengintainya. Banyak orang cepat datang ke shaf shalat laiknya orang yang amat merindukan kekasih. Sayang ternyata ia datang tergesa-gesa hanya agar dapat segera pergi. Seperti penagih hutang yang kejam ia perlakukan Tuhannya.

Ada yang datang sekedar memenuhi tugas rutin mesin agama. Dingin, kering dan hampa,tanpa penghayatan. Hilang tak dicari, ada tak disyukuri. Dari jahil engkau disuruh berilmu dan tak ada idzin untuk berhenti hanya pada ilmu. Engkau dituntut beramal dengan ilmu yang ALLAH berikan. Tanpa itu alangkah besar kemurkaan ALLAH atasmu.

Tersanjungkah engkau yang pandai bercakap tentang keheningan senyap ditingkah rintih istighfar, kecupak air wudlu di dingin malam, lapar perut karena shiam atau kedalaman munajat dalam rakaat-rakaat panjang.

Tersanjungkah engkau dengan licin lidahmu bertutur, sementara dalam hatimu tak ada apa-apa. Kau kunyah mitos pemberian masyarakat dan sangka baik orang-orang berhati jernih, bahwa engkau adalah seorang saleh, alim, abid lagi mujahid, lalu puas meyakini itu tanpa rasa ngeri. Asshiddiq Abu Bakar Ra. Selalu gemetar saat dipuji orang. “Ya ALLAH, jadikan diriku lebih baik daripada sangkaan mereka, janganlah Engkau hukum aku karena ucapan mereka dan ampunilah daku lantaran ketidak tahuan mereka”, ucapnya lirih.

Ada orang bekerja keras dengan mengorbankan begitu banyak harta dan dana,lalu ia lupakan semua itu dan tak pernah mengenangnya lagi. Ada orang beramal besar dan selalu mengingat-ingatnya, bahkan sebagian menyebut-nyebutnya. Ada orang beramal sedikit dan mengklaim amalnya sangat banyak. Dan ada orang yang sama sekali tak pernah beramal, lalu merasa banyak amal dan menyalahkan orang yang beramal, karena kekurangan atau ketidak-sesuaian amal mereka dengan lamunan pribadinya, atau tidak mau kalah dan tertinggal di belakang para pejuang.

Mereka telah menukar kerja dengan kata. Dimana kau letakkan dirimu?

Saat kecil, engkau begitu takut gelap, suara dan segala yang asing. Begitu kerap engkau bergetar dan takut. Sesudah pengalaman dan ilmu makin bertambah, engkaupun berani tampil di depan seorang kaisar tanpa rasa gentar. Semua sudah jadi biasa, tanpa rasa.

Telah berapa hari engkau hidup dalam lumpur yang membunuh hatimu sehingga getarannya tak terasa lagi saat ma’siat menggodamu dan engkau meni’matinya? Malam-malam berharga berlalu tanpa satu rakaatpun kau kerjakan. Usia berkurang banyak tanpa jenjang kedewasaan ruhani meninggi. Rasa malu kepada ALLAH, dimana kau kubur dia?


KH Rahmat Abdullah

Thursday, 9 July 2009

عمل

kata2 Ust Rahmat Abdullah ’sang murabbi’:

“Saya melihat satu simpul kata yang diucapkan Imam Syahid Hasan Al Banna, “Nahnu qaumun ‘amaliyun”. Kita adalah kaum yang berorientasi pada amal. Artinya da’wah jangan hanya berputar pada memperkatakan masalah. Bukankah juga orientasi qur’an mengajak orang untuk beramal. Sehingga gaya bahasa Qur’an secara umum tidak membuat orang itu melamun, tetapi bekerja, beramal. Di situlah Rasulullah berhasil membentuk sahabat, untuk merasakan kenikmatan ilmu itu dengan beramal.Sementara kegelisahan di mana-mana itu karena orang asyik berkutat pada teori. Bahkan da’inya –naudzubillah- kalau da’inya sudah kering otaknya, kering hatinya sehingga mereka lebih banyak menyerap hal-hal yang informatif dan teoritik tanpa seimbang dengan amaliyahnya, baik amaliyah jasadiyahmaupun qolbiyah. “

Friday, 3 April 2009

Evaluation..

jamek umawiy, dimasyq, syria..i've been here.

Setiap dakwah islam bila-bila masa pun hendaklah memulakan amalnya dari masjid. Dengannya diislahkan akidah, diajar adab-adab ta'amul islamiy. Dari sinilah segala neraca nilai-nilai lain seperti kebolehan menulis, kepetahan bercakap dan timbunan sijil-sijil akademik semuanya gugur secara automatik.

Inti kebaikan sebenarnya hanya berada pada kunjungan tetap ke masjid. Bekalan masjid adalah sebaik-baik bekalan untuk muntalaq. al-Hasan bin Ali bin Abi Talib r.a mengira-ngiranya dan berkata :

"Sesiapa yang sentiasa ke masjid, dia akan mendapat 8 sifat : Tanda yang meyakinkan, saudara yang berguna, ilmu yang dimiliki, rahmat yang menanti, kalimah yang menunjukkan jalan atau menghalangnya daripada kemusnahan, dan meninggalkan dosa samada kerana malu atau takut"
(Ibn Qutaybah, 'Uyun al-akhbar)

Pada hakikatnya, masjid adalah tempat fikrah yang satu, bersih, suci dan membetulkan segala penyelewengan masyarakat. Ia adalah pemikiran yang satu pada setiap kepala. Oleh itu, ia adalah penyelesaian yang satu terhadap segala permasalahan. Sama seperti sungai yang membelah bumi lalu bumi hanya berada di tebingnya tanpa mara lebih daripada itu, maka begitu juga masjid yang didirikan lalu bumi dengan segala pengertian tanah yang hina itu tidak dapat memasuki masjid kerana terhalang oleh dindingnya.
(al-Rafi'iy, Wahy al-Qalam)

"Masjid bukanlah sekadar binaan atau tempat seperti binaan dan tempat-tempat lain. Bahkan ia adalah membetulkan alam yang sentiasa bergelora disekitarnya. Hidup adalah sebab yang menjadikan manusia sesat, batil, berlumba-lumba, bermusuhan, konspirasi dan seumpamanya. Semua ini akan dapat dipadamkan oleh masjid, iaitu ketika orang ramai berkumpul beberapa kali setiap hari dalam keadaan dada yang sejahtera, hati yang suci bersih dan rohani jiwa yang tinggi. Masjid tidak dimasuki oleh kemanusiaan manusia melainkan dalam keadaan suci bersih. Seluruh tubuhnya daripada bahagian yang paling atas hingga ke bahagian yang paling bawah digenangi dengan syiar kesucian yang dinamakan sebagai wuduk yang menjadikan manusia seolah-olah membersihkan segala kesan-kesan kotoran dunia daripada seluruh anggotanya sebelum memasuki masjid"
(al-Rafi'iy, Wahy al-Qalam)

Petikan dari buku Raqaiq oleh Syeikh Ahmad Rasheed...

Sunday, 15 February 2009

Apa itu Qa'idah sulbah?

Qa'idah Sulbah dalam bahasa melayu mungkin bermaksud tulang belakang.

Dalam bahasa inggeris mungkin bermaksud "main-team".

saya minat sungguh bola sepak sejak sekolah menengah.saje cari gambar lame France yang ade Zidane

Anda minat bola sepak?
Dalam sebuah team bola sepak ... ada team a, team b dan seterusnya.
Ada "main team", "reserve team" dan seterusnya.
Ada pemain utama, pemain simpanan, pasukan pelapis dan seterusnya.

Qa'idah Sulbah dalam dakwah adalah ibarat main-team dalam pasukan bola sepak.
Mereka adalah orang-orang yang menjadi tulang belakang dalam main team untuk memenangi sebuah perlawanan dengan melaksanakan strategi yang telah dirancang.

Andai anda seorang pemain bola sepak?
Dimanakah kedudukan anda dalam pasukan tersebut?
Apakah peranan anda dalam pasukan tersebut?

Adakah anda mahu@telah menyertai pasukan dakwah?
Apakah kedudukan anda dalam pasukan dakwah tersebut?
Apakah peranan anda dalam pasukan tersebut?

SUMBER...

Sunday, 8 February 2009

Politik Perak : Kemelut Berjuang Tanpa Manhaj

politik-perak1

Sebelum 16/9/2008 (Hari Malaysia) lalu, DS Anwar Ibrahim (PKR) cuba melompatkan wakil-wakil rakyat BN ke PR. Hari ini DS Najib Razak (UMNO) berjaya melompatkan wakil-wakil rakyat PR ke BN. Hasrat dan keputusan majoriti rakyat di kawasan pilihanraya berkenaan diketepikan, bahkan dihampakan.

Bila kita menyebut pentingnya Tarbiyah (mendidik) diri, keluarga dan masyarakat terlebih dahulu (lihat Amal 7), melebihi kepentingan politik kepartaian, ramai yang menyanggah dengan berbagai hujah seperti lambat, realiti Malaysia berbeza, keadaan dah mendesak dsb. Tidak kurang yang menyerang dengan kata-kata kolot, tidak pandai selok belok pengurusan dan strategi, sufi dll.

Seterusnya....